Saat melihat poster film ‘Dolly’, saya langsung tertarik dengan tagline-nya, “Mommy knows best.” Ternyata, janji itu tidak hanya sekadar kata-kata manis, tetapi membawa kita masuk ke dalam dunia yang mencekam. Film ini melibatkan seorang gadis muda bernama Macy yang diculik oleh sosok mengerikan yang ingin menjadikannya sebagai anak. Momen pertama yang menonjol adalah saat Macy terbangun dalam suasana yang asing dan menyeramkan, membangkitkan rasa penasaran dan ketegangan yang membuat jantung berdebar-debar.
Kisah semakin memikat saat kita menyelami hubungan twisted antara Macy dan ‘ibu’ barunya. Ketegangan tak henti-hentinya mengalir ketika Macy berusaha untuk bertahan di tengah situasi yang sangat mengancam. Ada lapisan emosional di balik kengerian, membuat penonton merasakan simpati sekaligus ketakutan. Visualnya pun cukup menggugah selera, menambah atmosfer horor yang mencekam dengan detail-detail kecil yang bisa membuat siapa pun merinding. Dalam perjalanan ini, setiap keputusan dan tindakan menjadi sangat berarti, dan tentu saja, hal-hal tidak selalu terlihat seperti yang kita bayangkan.
‘Dolly’ adalah sajian horor modern yang tidak hanya menawarkan teriakan dan lompatan mendebarkan, tetapi juga menggugah pemikiran tentang hubungan keluarga dalam konteks paling gelapnya. Siapa sangka bahwa keinginan untuk dicintai bisa berakhir menjadi mimpi buruk? Bagi para penggemar genre horor atau mereka yang mencari sesuatu yang sedikit berbeda dengan kedalaman emosional, film ini patut ditonton.





